Pelanggan masa kini berpindah dari WhatsApp ke Instagram, lalu ke email, dalam satu perjalanan yang sama. Omnichannel memastikan pengalaman tetap mulus di setiap perpindahan ini.
Perbedaan Omnichannel dan Multichannel
Multichannel berarti hadir di banyak kanal, namun masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Omnichannel berarti semua kanal terhubung — riwayat percakapan tetap utuh meski pelanggan berpindah kanal, sehingga tidak ada informasi yang hilang di antara satu kanal ke kanal lain.
"Pelanggan yang berinteraksi lewat banyak kanal memiliki customer lifetime value rata-rata 30% lebih tinggi dibanding yang hanya menggunakan satu kanal."
— Harvard Business Review, Omnichannel Retailing Study
Manfaat Omnichannel
| Untuk siapa | Manfaat utama |
|---|---|
| Pelanggan | Tidak perlu mengulang penjelasan setiap kali berpindah kanal |
| Pelanggan | Respons yang konsisten di mana pun mereka menghubungi |
| Bisnis | Tim memiliki konteks lengkap untuk setiap percakapan |
| Bisnis | Data pelanggan terkonsolidasi untuk analisis yang lebih akurat |
Langkah Membangun Omnichannel
Mulai dengan menyatukan data pelanggan dari semua kanal ke dalam satu sistem CRM, lalu latih tim untuk mengakses riwayat lengkap sebelum merespons.
Mulai sederhana: jika sumber daya terbatas, gabungkan dulu dua kanal yang paling sering dipakai pelanggan Anda sebelum mencoba menyatukan semuanya sekaligus.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah omnichannel hanya relevan untuk bisnis besar? Tidak. Bisnis kecil dengan dua atau tiga kanal pun bisa menerapkan prinsip omnichannel selama riwayat percakapan disatukan dalam satu sistem yang sama.
Berapa banyak kanal ideal untuk memulai strategi omnichannel? Lebih baik mulai dari dua atau tiga kanal yang benar-benar terhubung dengan baik daripada lima kanal yang masing-masing berjalan sendiri-sendiri.
Kesimpulan
Omnichannel bukan tentang menambah jumlah kanal, tetapi tentang menghubungkan kanal yang sudah ada menjadi satu pengalaman yang utuh.